Minggu, 15 Mei 2016

Novel Remaja - Home Sweet Home Part 2 Oleh Claudia Widi A.R

Home Sweet Home
Karya : Claudia Widi A.R

Part : 2 (two)
Home Sweet Home
  “ Kamu sudah siap berangkat?. “ Tanya Dani kepada Cintya dengan senyum mengembang disudut bibirnya, ia mengangkat koper-koper besar kedalam bagasi mobilnya.
“ Ya. “ Dengan lesu Cintya mengikuti arah langkah kaki suaminya yang terlebih dahulu memasuki mobil. Hari ini mereka akan resmi membeli villa itu, Cintya tidak menyangka bahwa ia akan pergi dari rumah orangtuanya secepat ini.
“ Hati-hati dijalan Dan, jaga istrimu baik-baik. “ Kata Mama Cintya di balik pagar rumah mereka.
“ Iya Ma, tenang saja. “ Dani menghidupkan mobilnya dan segera pergi dari rumah itu, Cintya dari dalam mobil hanya melambaikan tangannya kearah Mama dan Papanya yang sudah tertinggal jauh dibelakang.
Setelah perjalanan melelahkan itu, sore harinya mereka telah sampai di villa tersebut. Dani merasa sangat lega akan keputusannya membeli villa itu, suasana di area villa itu sangat hening dan mencekam yang membuat Cintya merinding, tapi ia melihat suaminya begitu senang dengan kehadiran mereka disini, Cintya begitu heran mengapa suaminya mau membeli villa yang disekelilingnya sangat gelap dengan tumbuh-tumbuhan liar dan tampak tidak terurus itu.
“ Selamat datang. “ Sapa suara lembut seorang wanita yang berjalan kearah Cintya dan Dani. Wanita itu tersenyum kearah Cintya.
“ Anda siapa?. “ Cintya penasaran mengapa di villa ini ada seorang perempuan muda menyambutnya.
“ Saya pemilik lama villa ini. “
“ Ohh, boleh kami masuk?. “ Tanya Dani.
“ Tentu saja. “ Wanita itu masih tersenyum ramah kepada mereka berdua, Cintya hanya menekuk wajahnya tanda ia tidak menyukai apapun yang bersangkutan dengan villa ini.
Wanita muda itu mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di ruang tamunya. Sementara pandangan Cintya masih menerawang mengelilingi setiap sudut bangunan tua tersebut.
“ Bagaimana? Anda suka dengan villa ini?. “ Wanita ramah itu bertanya pada Dani.
“ Ya, dari awal aku memang menyukainya dan aku ingin secepatnya membeli villa ini. “ Dani tersenyum kearah wanita itu.
“ Anda dapat memiliki semuanya villa ini beserta isinya, tapi ada 1 hal yang ingin saya beritahukan pada anda. “ Wanita itu mulai memasang mimik wajah serius.
“ Apa itu?. “ Cintya yang sedari tadi hanya diam kini mulai angkat bicara.
“ Sebelum saya dan suami saya mendapatkan rumah yang baru ijinkan saya untuk tetap tinggal disini sementara waktu, saya mohon. “ Wajah wanita itu terlihat memelas membuat Dani tidak tega.
“ Baiklah. “ Dani menyetujui permohonan wanita tersebut, Cintya membelalakkan matanya dan dengan sigap mencubit kecil pinggul Dani yang membuatnya mengaduh kesakitan.
“ Aww, ada apa sayang?. “ Tanya Dani dengan nada pelan.
“ Kamu ini gimana sih, masa main iya-iya aja tanpa meminta persetujuan aku dulu, enak banget dia numpang dirumah kita, rumah kita ini kan privacy place milik kita. “ Bisik Cintya. Rupanya wanita itu mendengar percakapan Cintya dan Dani.
“ Ehem, selain itu villa ini mempunyai 4 kamar ukuran king size yang pertama ada di depan, kamar kedua dan ketiga letaknya di tengah dan kamar terakhir letaknya dibelakang, saya dan suami saya akan tinggal dikamar belakang dan dapat dijamin kami tidak akan merepotkan kalian berdua. “ Wanita itu tersenyum kembali kearah Cintya dan Dani.
“ Ooh tidak merepotkan kok. “ Dani membalas senyuman wanita itu tetapi berbeda dengan Cintya yang memasang tingkah tidak menyukai kehadiran si wanita, ia hanya mengangguk sambil menyisikan poninya keatas tanpa menengok kearah wanita itu dan lebih memilih mengedarkan pandangannya kearah lain.
Setelah semua surat-surat tanah dan rumah telah selesai dipindah tangankan kepada Dani, pasangan suami istri ini mulai merapikan semua barang-barang mereka, memasukkannya kedalam rumah baru mereka yang berukuran besar itu. Cintya yang kelelahan mencoba bersantai ria didepan ruang keluarga sambil menyetel TV dan memakan snack kesukaannya, sementara Dani masih sibuk merapikan barang-barang. Tiba-tiba ada seorang laki-laki bertubuh tinggi, berkulit putih dan berambut gondrong lewat di depan Cintya yang sedang menonton TV. Cintya yang keheranan memanggil lelaki bule yang mengenakan pakaian safari ala artis reggae itu.
“ Excusme, who are you?. “ Tanya Cintya menepuk bahu lelaki itu dari belakang.
“ I’m Nani’s husband ,don’t worry i can speak Indonesian. “ Jawab pria itu.
“ Ohh, jadi nama pemilik lama villa ini Nani dan kamu suaminya?. “
“ Ya, saya suaminya. “ Dengan pandangan kosong dan nada dingin pria itu meninggalkan Cintya yang keheranan. Cintyapun menggerutu
“ Dasar, nggak sopan!. “
∞∞∞∞
“ Kamu kenapa sayang, kok mukanya ditekuk gitu? Kan kita udah punya rumah baru harusnya kamu senang dong. “ Dani duduk dipinggiran bed disamping istrinya, ia mengusap rambut istrinya dan berusaha membuat istrinya tidak badmood.
“ Aku sebal!!!. “ Jawab Cintya.
“ Kenapa?. “
“ Itu. Laki-laki bule itu, dia nggak sopan banget sih, main nyelonong aja di depan aku, tanpa permisi tanpa ngomong sepatah kata pun. “
“ Ooh maksudmu Albert? Suaminya Nani? Biarkan saja, selama dia tidak mengganggu kita ya don’t worry, lagian kalau misalkan aku masuk kerja nanti setidaknya ada yang menemanimu dirumah. Kalau ada laki-laki disini kan aku juga jadi tenang sayang, setidaknya ada yang menjagamu. Iya kan?. “ Dani mengembangkan senyum manisnya kearah Cintya dan merangkul pundak istrinya tersebut.
“ Ya, whatever. “ Cintya dengan wajah muram melepas rangkulan suaminya itu dan menarik selimut sampai menutupi tubuhnya, ia membelakangi suaminya dan segera tidur.
“ Huffh., “ Dani menarik nafas dan menggaruk belakang lehernya, ia kemudian beranjak ke kamar mandi untuk mandi barang sebentar saja, Dani ingin menghilangkan penat dan panas di sekeliling kepalanya.
“ Tap...tap..tap. “ suara langkah kaki Dani menyusuri ruang tengah rumahnya melewati kamar pasangan Nani dan Albert, tidak tampak dari mereka kebisingan dan Dani menduga bahwa mereka sudah tertidur. Ia melanjutkan langkahnya, maklum di rumah sebesar itu hanya ada tiga kamar mandi yang letaknya agak jauh dari kamarnya. Perlahan Dani memasuki kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi berukuran besar itu, kamar mandinya sangat mewah dan lengkap dengan bath up yang besar, shower, handuk yang tertata rapi di pojok ruangan, beberapa peralatan mandi dan lampu hias yang mewah diatasnya, tidak lupa sepasang lilin putih aroma terapi yang tersimpan di samping bath up itu. Dani menyalakan lampu tersebut dengan memutar alat seperti knop yang terpasang di dinding, ia sengaja menyalakan lampu itu dengan tingkat cahaya yang rendah sehingga suasana dalam kamar mandi hanya terlihat remang-remang. Ia membuka bajunya satu persatu dan menyalakan shower. Air mulai membasahi tubuhnya, tangannya meraih shampo yang terletak di rak kecil di dekatnya.
“ Hah!!! Ada apa ini !! “ Dani terlihat bingung ketika lampu di kamar mandi tersebut tiba-tiba mati dan langsung hidup lagi dan sedetik kemudian mati lagi begitu seterusnya, sampai Dani merasa ada sesuatu yang tidak beres di rumah ini, ia mengambil handuk dan mengurungkan niatnya untuk mandi, perasaan tidak wajar mulai menyelimuti tubuh Dani hingga ke tengkuknya. Kemudian ia keluar dari kamar mandi dan bergegas menuju kamarnya.
∞∞∞∞
Cahaya matahari pagi menembus jendela kamar Dani dan Cintya. Cintya dengan mata yang menyipit mencoba menutupi matanya yang silau dengan tangannya, di lihatnya keluar jendela ternyata hari sudah mulai siang, terdengar suara anak-anak desa bermain di danau buatan di depan rumahnya. Hari minggu pagi memang menyenangkan anak-anak ini, Cintya tersenyum melihat mereka bermain air di danau itu, ia kemudian menengok kesamping di lihatnya suaminya tidur di sampingnya tanpa mengenakan baju.
“ Sayang..” bisik Cintya di telinga suaminya. Dani tidak menggubris ucapan istrinya dan masih terlelap mimpi.
“ Sayang!! Baanguuunn!!!” Bentak Cintya sambil menggoncangkan tubuh suaminya.
“ Astaga... iya iya aku bangun. “ Dani membuka matanya dan mencoba bangun dari tidurnya, kepalanya masih sangat pening karena ia masih lelah dan mengantuk.
“ Kamu nggak bisa ya, lebih romantis lagi banguninnya?. “ Tanya Dani dengan sedikit protes.
“ Romantis? Apaan!! Kamu nggak bakalan bangun kalau pakai cara yang halus.” Cintya memalingkan wajahnya dari pandangan Dani, ia mencoba tidak melihat keadaan suaminya saat ini.
“ Hey, kamu kenapa, kok nggak mau lihat aku?. “ Tanya Dani lagi sambil memegang kepala Cintya dengan lembut. Cintya tidak menjawab.
“ Ooh aku tau, kamu terpesona abs-ku ini ya? Aku sixpack kan?. “ Dani mencoba menggoda Cintya dengan membuka selimut di tubuhnya, senyumnya yang lucu membuat Cintya tidak tahan untuk segera tertawa terbahak-bahak.
“ Hahah, mandi sana!!. “ perintahnya.
“ Kriiingg..kriinggg. “ ponsel Dani yang terletak di meja kecil disamping tempat tidurnya berbunyi beberapa kali, lalu Dani segera mengangkat telefon itu.
“ Halo.. ada apa Pa?.”
“ Emm, baik Pa, saya akan segera kesana nanti sore.”
“ Oh iya Pa, saya usahakan. Nanti akan saya konfirmasikan lagi. Oke baik Pa. “
“ Klik. “ Dani memutuskan sambungan telepon itu dan memandang wajah Cintya untuk beberapa saat, wajahnya yang tadi terlihat ceria kini mulai luntur dan berubah menjadi muram.
“ Ada apa sayang?. “ tanya Cintya memegang pundak suaminya.
“ Aku akan pergi sore ini, Papa-ku di kantor memintaku untuk menemaninya bertemu dengan koleganya, mungkin aku akan keluar kota untuk beberapa hari. “
“ Tapi kan kamu baru saja minta cuti untuk pindahan? Kenapa sekarang sudah mulai kerja lagi?. “
“ Maafkan aku Cin, aku sudah terlanjur menyetujuinya dan keputusanku tidak bisa ditarik ulang. “ Dani berkata dengan penuh pengharapan kepada istrinya tersebut agar istrinya tidak marah atau tersinggung atas keputusannya, ia memasang wajah prihatin dan matanya yang sipit dan bening memandang istrinya yang mengeluh dan melakukan aksi protesnya untuk beberapa lama.
“ Kamu nggak kenapa-kenapa kan aku tinggal sendiri di rumah? Nanti biar aku menyuruh Mama kamu untuk menginap disini dan menemanimu barang beberapa hari kedepan. “ Dani dengan senyumnya yang mengembang mencoba menghibur istrinya.
Cintya yang sedari tadi uring-uringan mencoba mengerti keadaan suaminya tersebut, ia lalu meledek suaminya “ Huh.. dasar Boyband!! Sibuk adalah sarapanmu. “
Dani tersenyum dan menimpali ucapan istri tercintanya “ Dasar Ratu sejagat, maunya harus diturutin, manja lagi haha. “
Dani dan Cintya tertawa bersamaan.

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar